Selasa, 20 Februari 2018

Hindari Mengendarai Mobil Menggunakan High heels


Hindari Mengendarai Mobil Menggunakan High heels

Mengendarai mobil saat ini bukan hanya menjadi rutinitas kaum adam saja, tapi juga wanita. Terlebih para wanita karier yang berada di kota-kota besar layaknya Jakarta.

Tingginya rutinitas, membuat wanita dituntut untuk bisa mobile. Sayangnya, masih banyak pengendara wanita yang kurang memperdulikan aspek keselamatan dalam berkendaran, bahkan menurut Kepala Cabang Auto2000 Cikarang Indah Yuliana, ada kebiasaan buruk yang juga bisa menyebabkan kerusakan pada mobil.

"Meski sudah banyak informasi, tapi nyatanya sampai saat ini masih banyak wanita yang berkendara menggunakan high heel, biasanya ini wanita kantoran. Tanpa disadari, hal ini berbahaya karena membuat kaki tak nyaman dan leluasa saat menginjak pedal gas," ucap Indah kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Penggunaan alas kaki yang tebal dan tinggi, menurut Indah bisa membuat feeling berkendara menjadi kurang peka, seperti ketika mengontrol gas atau pun rem. Parahnya lagi, gerak kaki tak leluasa atau fleksibel ketika membutuhkan respon tinggi saat melakukan pengereman mendadak.

Indah menyarankan, bagi wanita yang berkendara ke kantor baiknya tidak menggunakan high heels, tapi pilih sepatu yang bawahnya datar namun tetap tertutup. Karena itu, penting bagi kaum hawa untuk membawa perbekalan alas kaki cadangan.

indikator pada mobilvenomsmotor.blogspot.com indikator pada mobil

Mengenai kebiasaan buruk wanita yang dapat menyebabkan kerusakan pada mobil, contohnya seperti sering melakukan setengah kopling saat berkendara mobil manual. Akibatnya, kampas kopling lebih cepat mengalami kehausan yang membutuhkan pergantian lebih dini.

Tidak hanya itu saja, meski sudah mahir dalam berkendara, Indah menyarankan wanita untuk memahami tanda atau indikator yang ada pada speedometer. Karena tidak sedikt kasus kerusakan mobil terjadi pada pengendara wanita akibat ketidaktahuan bila mobil tengah mengalami masalah.

"Minimal harus tahu beberapa indikator, misalnya soal engine chek, temperatur, atau aki. Karena banyak kerusakan terjadi pada pengendara wanita akibat tidak mengerti ketika diberikan peringatan oleh sistem melalui indikator. Paling sering itu seperti temperatur suhu yang panas, serta soal aki yang sudah mulai melemah," kata Indah.

0 komentar:

Posting Komentar