Jumat, 12 Juli 2019

Aku dan Wakafku



Aku dan Wakafku

Beberapa hari lalu tidak sengaja mendengarkan pembicaraan beberapa orang mengenai wakaf. Mereka menceritakan musala atau langgar di kampung yang sedang diperebutkan oleh beberapa orang karena dianggap hak milik. Tidak ada niat untuk menguping tapi pembahasan tersebut membuatku berpikir dan menggali ingatan tentang apa itu wakaf dan berbagai macam hal yang ada di dalamnya. Aku masih ingat dengan jelas beberapa materi tentang wakaf yang dibicarakan oleh Pak Ustaz. Pada saat itu beliau menjelaskan bahwa wakaf jika dilihat dari penggunaan dan pemanfaatannya terbagi menjadi dua yaitu wakaf ahli atau wakaf dzurri dan wakaf khairi.

Pak Ustaz juga menjelaskan makna keduanya yaitu wakaf dzurri merupakan wakaf yang digunakan untuk kepentingan dan jaminan sosial dalam lingkungan keluarga atau kerabat. Sedangkan wakaf khairi bertujuan digunakan untuk kepentingan orang banyak dan dimanfaatkan untuk berbagai hal yang tidak dilarang Tuhan dan bertujuan mendapatkan rida Allah. Tak hanya itu saja, Pak Ustaz juga menjabarkan tentang rukun wakaf yang berjumlah empat yaitu al-waqif atau orang yang melakukan wakaf, al-mauquf atau harta yang akan diwakafkan, al-mauquf’alaihi atau orang yang menerima wakaf, dan sighah atau ikrar/akad wakaf.

Selain ada rukun, ada juga syarat wakaf yaitu al-mauquf memiliki nilai atau harga, bentuknya jelas, harta bisa diserahterimakan, harta harus terpisah dari harta lain, dan harta tersebut merupakan hak milik dari orang yang akan wakaf. Jika melihat beberapa syarat tersebut maka sudah jelas harta seperti apa yang bisa diwakafkan. Harta yang paling umum digunakan untuk wakaf adalah bangunan, rumah, tanah, kendaraan, surat berharga, dan masih banyak yang lainnya. Jika mendengarkan pembicaraan beberapa orang kemarin, mungkin saja ada salah paham yang terjadi di antara mereka yang sedang memperebutkan musala.

Untuk mengetahui proses wakaf secara langsung, aku belum tahu, tapi jika mengingat beberapa uraian yang disebutkan Pak Ustaz maka aku bisa membayangkan seperti apa proses wakaf terjadi. Mungkin nanti aku juga ingin melakukan wakaf jika keluargaku sejahtera. Tidak akan berat hati rasanya mewakafkan beberapa harta jika kehidupan keluarga sendiri sudah berkecukupan dan bahagia. Semoga saja.

Selain perebutan musala, beberapa hari ini aku juga sering mendengar tentang asuransi. Setelah mencari beberapa informasi, ternyata asuransi dibedakan menjadi dua yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Dari keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi saat ini yang lebih populer adalah asuransi syariah karena dianggap ramah pada nasabah. Selain itu, sistem yang digunakan sangat jauh dari riba. Jika ditelusuri lebih dalam, pada asuransi syariah juga terdapat beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah, salah satunya adalah Asuransi Wakaf. Untuk mengetahui informasi tentang Asuransi Wakaf, segera kunjungi https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/fitur-wakaf.

0 komentar:

Posting Komentar